Memahami perbedaan fakultas dan jurusan penting bagi calon mahasiswa karena kedua istilah tersebut sering digunakan secara bergantian, padahal tidak selalu mempunyai arti yang sama. Secara sederhana, fakultas merupakan unit akademik yang menaungi bidang keilmuan tertentu di sebuah perguruan tinggi, sedangkan jurusan berada pada lingkup yang lebih spesifik dan dapat menaungi atau berkaitan dengan program studi tertentu, tergantung struktur masing-masing kampus.
Dalam praktik pendidikan tinggi Indonesia, calon mahasiswa juga akan sering menemukan istilah program studi atau prodi. Istilah inilah yang sangat penting diperhatikan karena program studi mempunyai kurikulum dan jenjang pendidikan tertentu yang akan dijalani mahasiswa.
Jadi, sebelum memilih kuliah, jangan hanya melihat nama fakultas. Periksa juga program studi, kurikulum, jenjang, dan struktur akademik universitas tujuan.
Apa Itu Fakultas?
Fakultas merupakan bagian dalam perguruan tinggi yang umumnya mengelola beberapa bidang akademik yang masih mempunyai hubungan keilmuan.
Sebagai contoh, sebuah universitas dapat mempunyai:
Fakultas Teknik;
Fakultas Ekonomi dan Bisnis;
Fakultas Hukum;
Fakultas Kedokteran;
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik;
Fakultas Ilmu Komputer;
atau fakultas lainnya.
Nama dan struktur fakultas tidak harus sama pada setiap universitas.
Sebuah program yang berada di Fakultas Teknik pada satu universitas belum tentu ditempatkan dengan struktur identik di universitas lain.
Apa Itu Jurusan?
Jurusan merupakan unit akademik yang lebih spesifik dibandingkan fakultas.
Dalam struktur tertentu, satu fakultas dapat mempunyai beberapa jurusan.
Misalnya sebuah Fakultas Teknik dapat memiliki bidang atau jurusan seperti:
Teknik Sipil;
Teknik Mesin;
Teknik Elektro;
dan bidang teknik lainnya.
Namun, penggunaan istilah jurusan berbeda antarperguruan tinggi.
Ada kampus yang menggunakan struktur fakultas → departemen → program studi.
Ada pula yang menggunakan fakultas → jurusan → program studi.
Karena itu, calon mahasiswa tidak perlu terlalu terpaku pada istilah organisasinya.
Yang paling penting adalah memahami program pendidikan yang benar-benar akan diambil.
Apa Itu Program Studi?
Program studi atau prodi merupakan istilah yang lebih spesifik dalam pendidikan tinggi.
Secara umum, program studi merupakan kesatuan kegiatan pendidikan dan pembelajaran yang mempunyai kurikulum serta metode pembelajaran tertentu dalam satu jenis pendidikan akademik, profesi, atau vokasi.
Program studi inilah yang biasanya mempunyai:
nama program;
jenjang;
kurikulum;
mata kuliah;
capaian pembelajaran;
dan ketentuan akademik.
Contohnya:
S1 Informatika;
S1 Akuntansi;
S1 Manajemen;
S1 Ilmu Komunikasi;
S1 Psikologi;
D4 Bisnis Digital;
S2 Teknik Sipil;
dan sebagainya.
Perbedaan Fakultas dan Jurusan Secara Sederhana
Cara termudah memahaminya adalah menggunakan struktur bertingkat.
Universitas → Fakultas → Jurusan/Departemen → Program Studi
Namun, struktur tersebut hanya ilustrasi.
Tidak semua kampus menggunakan susunan yang sama.
Ada perguruan tinggi yang tidak menggunakan istilah jurusan pada struktur tertentu.
Karena itu, selalu lihat struktur resmi universitas tujuan.
Contoh Perbedaan Fakultas dan Jurusan
Bayangkan sebuah universitas mempunyai Fakultas Teknik.
Di dalam fakultas tersebut terdapat beberapa bidang seperti:
Teknik Sipil;
Teknik Mesin;
Teknik Elektro;
dan Teknik Industri.
Fakultas adalah unit besarnya.
Sementara bidang yang lebih spesifik berada di bawah pengelolaan fakultas tersebut.
Kemudian terdapat program pendidikan tertentu, misalnya:
S1 Teknik Sipil;
S1 Teknik Mesin;
atau S1 Teknik Elektro.
Dengan ilustrasi tersebut, calon mahasiswa dapat memahami mengapa nama fakultas tidak selalu sama dengan nama program yang dipilih.
Contoh pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Sebuah Fakultas Ekonomi dan Bisnis dapat mempunyai program seperti:
Manajemen;
Akuntansi;
Ilmu Ekonomi;
Bisnis Digital;
atau program lainnya.
Mahasiswa yang diterima di S1 Akuntansi dapat mengatakan dirinya kuliah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Namun, bidang pendidikan yang dijalani secara spesifik adalah Akuntansi.
Contoh pada Fakultas Ilmu Sosial
Fakultas yang bergerak pada ilmu sosial dapat mempunyai program:
Ilmu Komunikasi;
Sosiologi;
Administrasi Publik;
Hubungan Internasional;
atau Ilmu Politik.
Nama fakultas menunjukkan kelompok besar bidang akademiknya.
Program studi menunjukkan pendidikan spesifik yang dijalani.
Apakah Jurusan dan Program Studi Sama?
Dalam percakapan sehari-hari, istilah jurusan sering digunakan untuk menyebut program studi.
Contohnya:
“Saya mengambil jurusan Informatika.”
Dalam penggunaan informal, kalimat tersebut mudah dipahami.
Namun, secara administratif perguruan tinggi biasanya menggunakan istilah program studi untuk program pendidikan yang mempunyai kurikulum dan jenjang tertentu.
Itulah sebabnya portal pendidikan tinggi resmi menampilkan data berdasarkan program studi.
Mengapa Istilah Jurusan Masih Sering Digunakan?
Istilah jurusan sudah sangat familiar sejak sekolah.
Ketika masuk SMA, siswa mengenal istilah jurusan atau peminatan.
Ketika membicarakan kuliah, istilah yang sama akhirnya tetap digunakan untuk menanyakan bidang studi seseorang.
Karena itu, pertanyaan:
“Kamu mau mengambil jurusan apa?”
biasanya berarti:
“Kamu ingin mengambil program studi apa?”
Secara komunikasi tidak menjadi masalah selama konteksnya jelas.
Perbedaan Fakultas dan Program Studi
Perbedaan ini bahkan lebih mudah dipahami.
Fakultas merupakan unit organisasi akademik yang lebih luas.
Program studi merupakan program pendidikan yang lebih spesifik.
Contohnya:
Fakultas: Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Program Studi: S1 Manajemen
atau:
Fakultas: Fakultas Teknik
Program Studi: S1 Teknik Sipil
Mahasiswa mengikuti kurikulum program studi, bukan sekadar kurikulum fakultas secara umum.
Apa yang Dipilih Saat Daftar Kuliah?
Dalam banyak proses penerimaan mahasiswa, calon mahasiswa memilih program studi.
Misalnya seseorang memilih:
S1 Informatika;
S1 Manajemen;
S1 Kedokteran;
atau D4 Akuntansi Perpajakan.
Karena itu, ketika membandingkan pilihan kuliah, fokus utama sebaiknya pada program studi.
Jangan Memilih Hanya Berdasarkan Nama Fakultas
Nama fakultas dapat terlihat menarik, tetapi belum memberikan gambaran lengkap tentang apa yang akan dipelajari.
Misalnya Fakultas Teknik dapat mempunyai banyak program dengan materi sangat berbeda.
Teknik Sipil berbeda dengan Teknik Elektro.
Teknik Mesin berbeda dengan Teknik Industri.
Karena itu, setelah menemukan fakultas yang menarik, lanjutkan riset sampai tingkat program studi.
Baca Kurikulum Program Studi
Kurikulum merupakan salah satu sumber informasi terbaik untuk memahami sebuah program.
Periksa daftar mata kuliah.
Jika mempertimbangkan Informatika, Anda mungkin menemukan materi seperti:
algoritma;
pemrograman;
struktur data;
basis data;
dan rekayasa perangkat lunak.
Sementara pada Manajemen dapat terdapat:
pemasaran;
keuangan;
operasi;
SDM;
dan strategi.
Dari kurikulum tersebut, perbedaannya menjadi jauh lebih jelas.
Perhatikan Jenjang Pendidikan
Nama bidang yang sama dapat tersedia pada beberapa jenjang.
Contohnya:
D3;
D4;
S1;
S2;
atau S3.
Jenjang tersebut mempunyai tujuan dan karakter pendidikan berbeda.
Karena itu, jangan hanya membaca nama program.
Perhatikan juga jenjangnya.
Fakultas Tidak Menentukan Satu Profesi
Masuk Fakultas Ekonomi tidak berarti semua mahasiswa akan mempunyai pekerjaan yang sama.
Begitu pula Fakultas Teknik.
Prospek kerja lebih berkaitan dengan:
program studi;
kompetensi;
pengalaman;
skill;
dan pengembangan karier.
Dua mahasiswa dalam satu fakultas dapat mempunyai jalur profesi yang sangat berbeda.
Contoh Mahasiswa dalam Fakultas yang Sama
Bayangkan Andi dan Rina berada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Andi mengambil Akuntansi.
Rina mengambil Manajemen.
Andi mungkin mempelajari lebih banyak:
akuntansi keuangan;
audit;
perpajakan;
dan sistem informasi akuntansi.
Rina mungkin mempelajari lebih banyak:
pemasaran;
manajemen SDM;
operasi;
dan strategi.
Fakultasnya sama, tetapi fokus pendidikannya berbeda.
Apakah Satu Jurusan Bisa Memiliki Beberapa Program Studi?
Bisa, tergantung struktur perguruan tinggi.
Sebuah jurusan atau departemen dapat mengelola lebih dari satu program pendidikan atau jenjang.
Misalnya terdapat program:
S1;
S2;
dan S3
dalam bidang keilmuan yang berkaitan.
Karena itu, struktur organisasi akademik tidak dapat digeneralisasi untuk seluruh universitas.
Mengapa Struktur Setiap Kampus Bisa Berbeda?
Perguruan tinggi mempunyai perkembangan akademik dan organisasi masing-masing.
Ada universitas yang menggabungkan beberapa bidang dalam satu fakultas.
Ada pula yang memisahkannya.
Contohnya, bidang komputer dapat berada pada:
Fakultas Teknik;
Fakultas Ilmu Komputer;
Fakultas Teknologi Informasi;
atau struktur lain.
Nama unit tidak selalu menentukan kualitas program.
Fokus pada Program Studi, Bukan Nama Organisasi
Bagi calon mahasiswa, informasi terpenting adalah:
nama program studi;
jenjang;
kurikulum;
status program;
dosen;
fasilitas;
kesempatan praktik;
dan prospek lulusan.
Nama fakultas tetap penting untuk memahami struktur kampus, tetapi jangan menjadi satu-satunya dasar keputusan.
Cara Mengecek Program Studi Resmi
Calon mahasiswa dapat memeriksa informasi perguruan tinggi dan program studi melalui Pangkalan Data Pendidikan Tinggi.
PDDikti merupakan rujukan resmi informasi:
perguruan tinggi;
program studi;
mahasiswa;
dan dosen
di Indonesia.
Pengecekan ini penting terutama ketika Anda menemukan kampus atau program yang belum dikenal.
Periksa Nama Program dengan Teliti
Beberapa nama program terlihat mirip.
Contohnya:
Informatika;
Teknologi Informasi;
Sistem Informasi;
Teknik Komputer;
dan Sains Data.
Jangan menganggap semuanya sama hanya karena berada dalam bidang teknologi.
Masing-masing dapat mempunyai kurikulum dan kompetensi berbeda.
Perbedaan Fakultas, Jurusan, dan Prodi dalam Tabel
| Bagian | Fakultas | Jurusan | Program Studi |
|---|---|---|---|
| Lingkup | Lebih luas | Lebih spesifik | Program pendidikan spesifik |
| Posisi | Unit akademik besar | Dapat berada dalam fakultas | Dapat dikelola dalam struktur fakultas/jurusan/departemen |
| Fokus | Kelompok keilmuan | Bidang akademik | Kurikulum dan pembelajaran |
| Contoh | Fakultas Teknik | Teknik Elektro | S1 Teknik Elektro |
| Dipilih saat pendaftaran | Tidak selalu | Tergantung sistem | Umumnya program studi |
Tabel tersebut merupakan ilustrasi umum. Struktur aktual harus mengikuti perguruan tinggi masing-masing.
Bagaimana Memilih Program Studi yang Tepat?
Setelah memahami perbedaan fakultas dan jurusan, tahap berikutnya adalah menentukan bidang yang sesuai.
Mulailah dengan minat.
Tanyakan:
Pelajaran apa yang disukai?
Aktivitas apa yang membuat tertarik?
Masalah apa yang ingin dipelajari?
Kemudian lihat kemampuan.
Apakah lebih kuat pada:
angka;
bahasa;
analisis;
visual;
komunikasi;
atau praktik?
Bandingkan Beberapa Program Studi
Jangan langsung menentukan satu pilihan.
Misalnya tertarik pada bisnis.
Bandingkan:
Manajemen;
Akuntansi;
Bisnis Digital;
Ilmu Ekonomi;
dan Administrasi Bisnis.
Baca kurikulum masing-masing.
Dengan cara tersebut, pilihan menjadi lebih berdasarkan informasi.
Pelajari Prospek Lulusan
Setelah memahami kurikulum, cari tahu pekerjaan yang dapat dilakukan.
Namun, jangan hanya mencari daftar profesi.
Periksa juga skill yang dibangun.
Contohnya:
analisis data;
komunikasi;
programming;
riset;
desain;
atau manajemen.
Skill dapat digunakan pada lebih dari satu pekerjaan.
Periksa Akreditasi
Selain struktur akademik, calon mahasiswa juga dapat memeriksa informasi akreditasi perguruan tinggi maupun program studi.
Perhatikan bahwa akreditasi program studi dan akreditasi perguruan tinggi merupakan hal berbeda.
Karena itu, jangan hanya melihat status universitas secara keseluruhan.
Pertimbangkan Fasilitas
Program yang membutuhkan praktik dapat mempunyai kebutuhan fasilitas berbeda.
Contohnya:
laboratorium;
studio;
workshop;
klinik;
atau fasilitas komputer.
Cari informasi fasilitas yang relevan dengan program studi.
Pertimbangkan Kesempatan Magang
Pengalaman praktik membantu mahasiswa memahami dunia kerja.
Cari tahu apakah program mempunyai:
kerja sama industri;
program magang;
proyek;
praktikum;
atau kegiatan lapangan.
Kesempatan tersebut dapat memperkuat pengalaman selama kuliah.
Kesalahan Umum Calon Mahasiswa
Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:
menganggap fakultas dan jurusan sama;
tidak membaca kurikulum;
memilih karena teman;
memilih hanya berdasarkan nama kampus;
tidak memeriksa jenjang;
tidak mengecek program studi resmi;
dan tidak memahami prospek bidang yang dipilih.
Sebagian besar kesalahan tersebut dapat dicegah dengan riset sederhana.
Jangan Bingung dengan Banyak Istilah
Ketika membuka website universitas, Anda mungkin menemukan:
fakultas;
sekolah;
departemen;
jurusan;
program studi;
dan konsentrasi.
Tidak perlu langsung memahami seluruh struktur organisasinya.
Cari tiga informasi utama:
Apa nama program studinya?
Apa jenjangnya?
Apa yang akan dipelajari?
Setelah itu, barulah pahami struktur lainnya.
Apakah Fakultas Menentukan Gelar?
Gelar umumnya berkaitan dengan program pendidikan dan ketentuan yang berlaku, bukan semata-mata nama fakultas.
Karena itu, mahasiswa dalam fakultas yang sama dapat memperoleh gelar berbeda apabila mengikuti program studi berbeda.
Periksa informasi gelar pada halaman resmi program.
Apakah Bisa Pindah Jurusan dalam Satu Fakultas?
Kemungkinannya tergantung kebijakan universitas.
Berada dalam fakultas yang sama tidak otomatis membuat perpindahan program menjadi bebas.
Perguruan tinggi dapat mempunyai persyaratan mengenai:
nilai;
semester;
kapasitas;
persetujuan akademik;
dan administrasi.
Jika mempertimbangkan pindah program, periksa aturan resmi kampus.
Mana yang Lebih Penting: Fakultas atau Jurusan?
Untuk calon mahasiswa, pertanyaan tersebut kurang tepat karena keduanya mempunyai fungsi berbeda.
Fakultas membantu menunjukkan struktur akademik.
Sementara bidang atau program studi menentukan pembelajaran yang lebih spesifik.
Saat memilih kuliah, fokus utama sebaiknya pada program pendidikan yang akan dijalani.
Checklist Sebelum Memilih
Sebelum mendaftar, pastikan sudah mengetahui:
- Nama perguruan tinggi.
- Nama fakultas.
- Nama program studi.
- Jenjang pendidikan.
- Kurikulum.
- Mata kuliah utama.
- Status program.
- Akreditasi.
- Fasilitas.
- Prospek lulusan.
- Kesempatan magang.
- Biaya pendidikan.
- Lokasi kampus.
- Jalur penerimaan.
- Kesesuaian dengan minat dan kemampuan.
Dengan informasi tersebut, keputusan menjadi lebih matang.
Penutup
Perbedaan fakultas dan jurusan terutama terletak pada lingkup dan fungsi dalam struktur akademik perguruan tinggi. Fakultas merupakan unit yang lebih luas, sedangkan jurusan mempunyai cakupan lebih spesifik. Selain keduanya, calon mahasiswa perlu memahami istilah program studi karena prodi merupakan program pendidikan dengan kurikulum dan jenjang tertentu yang akan benar-benar dijalani mahasiswa.
Struktur fakultas, jurusan, departemen, dan program studi dapat berbeda antara satu perguruan tinggi dengan lainnya. Karena itu, jangan menganggap seluruh universitas menggunakan susunan yang sama.
Bagi pembaca angkasaedu.ac.id, ketika memilih kuliah jangan berhenti pada nama fakultas. Periksa program studi, jenjang, kurikulum, mata kuliah, fasilitas, akreditasi, dan prospek lulusannya. Dengan memahami struktur tersebut sejak awal, calon mahasiswa dapat memilih pendidikan tinggi dengan lebih tepat dan mengurangi risiko salah memahami program yang akan diambil.
