Apa Itu SKS? Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya dalam Perkuliahan

Posted :

in :

by :

Apa itu SKS? SKS adalah singkatan dari Satuan Kredit Semester, yaitu satuan yang digunakan dalam pendidikan tinggi untuk menyatakan beban belajar mahasiswa. Karena itu, ketika sebuah mata kuliah mempunyai bobot 2 SKS, 3 SKS, atau 4 SKS, angka tersebut berkaitan dengan beban pembelajaran yang harus dijalani mahasiswa.

Istilah SKS akan sangat sering ditemukan setelah seseorang menjadi mahasiswa. Mulai dari memilih mata kuliah, mengisi KRS, menyusun jadwal, menghitung beban semester hingga memenuhi persyaratan kelulusan, semuanya berkaitan dengan SKS.

Memahami sistem ini sejak awal akan membantu mahasiswa merencanakan kuliah dengan lebih baik.

Apa Itu SKS dalam Kuliah?

SKS merupakan Satuan Kredit Semester.

Dalam sistem pendidikan tinggi, beban belajar mahasiswa dinyatakan dalam satuan kredit semester.

Secara sederhana, SKS dapat dianggap sebagai ukuran beban pembelajaran.

Semakin besar bobot SKS sebuah mata kuliah, semakin besar pula porsi pembelajaran yang dialokasikan pada mata kuliah tersebut sesuai bentuk pembelajarannya.

Namun, jangan memahami SKS hanya sebagai jumlah jam berada di ruang kelas.

Pembelajaran di perguruan tinggi dapat berlangsung melalui berbagai bentuk kegiatan.

Apa Fungsi SKS?

SKS membuat beban pendidikan dapat disusun secara sistematis.

Dengan sistem kredit, perguruan tinggi dapat menentukan berapa banyak pembelajaran yang perlu ditempuh mahasiswa untuk menyelesaikan program studi.

Bagi mahasiswa, SKS membantu untuk:

mengatur beban semester;

menentukan mata kuliah;

merencanakan masa studi;

memantau kemajuan akademik;

dan memastikan persyaratan kurikulum terpenuhi.

Karena itulah mahasiswa perlu memahami SKS sejak semester pertama.

Apakah SKS Sama dengan Mata Kuliah?

Tidak.

Mata kuliah adalah unit pembelajaran, sedangkan SKS menunjukkan bobot beban belajarnya.

Contohnya:

Pengantar Manajemen — 3 SKS

Bahasa Indonesia — 2 SKS

Statistika — 3 SKS

Praktikum — 1 SKS

Nama dan bobot tersebut hanya contoh.

Bobot sebenarnya mengikuti kurikulum program studi masing-masing.

Jadi, mahasiswa yang mengambil lima mata kuliah belum tentu mempunyai beban SKS yang sama dengan mahasiswa lain yang juga mengambil lima mata kuliah.

Contoh Menghitung SKS

Misalnya seorang mahasiswa mengambil:

Pengantar Ekonomi — 3 SKS

Matematika Dasar — 3 SKS

Bahasa Indonesia — 2 SKS

Pengantar Teknologi — 3 SKS

Pendidikan Kewarganegaraan — 2 SKS

Praktikum — 1 SKS

Jumlah keseluruhannya adalah:

3 + 3 + 2 + 3 + 2 + 1 = 14 SKS

Berarti mahasiswa tersebut mengambil beban 14 SKS pada semester itu.

Apakah 3 SKS Berarti Kuliah 3 Jam?

Tidak sesederhana itu.

SKS merupakan takaran beban belajar, bukan sekadar angka yang menunjukkan berapa jam mahasiswa duduk di kelas.

Proses pembelajaran dapat berbentuk:

kuliah;

praktikum;

seminar;

proyek;

penelitian;

magang;

dan bentuk pembelajaran lainnya sesuai kurikulum.

Karena itu, jangan menggunakan rumus sederhana “1 SKS = 1 jam kuliah” untuk memahami seluruh kegiatan pendidikan tinggi.

Mengapa Ada Mata Kuliah 2, 3, atau 4 SKS?

Setiap mata kuliah mempunyai cakupan dan kebutuhan pembelajaran berbeda.

Mata kuliah tertentu mungkin mempunyai bobot 2 SKS.

Mata kuliah lain mempunyai 3 SKS.

Program tertentu juga mempunyai mata kuliah atau kegiatan dengan bobot lebih besar.

Penetapan bobot merupakan bagian dari penyusunan kurikulum perguruan tinggi.

Mahasiswa tidak menentukan sendiri berapa bobot sebuah mata kuliah.

Apa Itu KRS?

Ketika membahas SKS, mahasiswa juga akan bertemu istilah KRS.

KRS adalah Kartu Rencana Studi.

Secara sederhana, KRS berisi rencana mata kuliah yang akan diambil mahasiswa pada suatu semester.

Pada periode pengisian KRS, mahasiswa menentukan mata kuliah sesuai kurikulum, aturan program studi, ketersediaan kelas, dan ketentuan beban studi.

Total SKS yang dipilih kemudian menjadi beban studi semester tersebut.

Hubungan SKS dengan KRS

Misalnya mahasiswa memilih enam mata kuliah.

Bobotnya:

3 SKS;

3 SKS;

3 SKS;

2 SKS;

2 SKS;

dan 3 SKS.

Totalnya adalah:

16 SKS.

Dengan demikian, KRS mahasiswa tersebut berisi beban 16 SKS.

Inilah salah satu alasan mahasiswa perlu memperhatikan bobot mata kuliah, bukan hanya jumlah mata kuliahnya.

Berapa SKS yang Bisa Diambil dalam Satu Semester?

Beban studi mengikuti aturan pendidikan tinggi dan ketentuan perguruan tinggi.

Dalam ketentuan yang diterapkan untuk program Diploma dan Sarjana/Sarjana Terapan, semester satu dan semester dua mempunyai batas paling banyak 20 SKS, sedangkan semester tiga dan seterusnya paling banyak 24 SKS.

Namun, bukan berarti setiap mahasiswa harus selalu mengambil batas maksimal.

Perencanaan studi tetap mengikuti kurikulum serta kebijakan akademik perguruan tinggi.

Apakah Mengambil Banyak SKS Lebih Baik?

Belum tentu.

Mengambil lebih banyak SKS dapat membuat mahasiswa menyelesaikan lebih banyak mata kuliah dalam satu semester.

Tetapi konsekuensinya adalah beban pembelajaran yang lebih besar.

Mahasiswa perlu mempertimbangkan:

kesulitan mata kuliah;

praktikum;

proyek;

organisasi;

kegiatan di luar kampus;

kondisi pribadi;

dan kemampuan mengatur waktu.

Jangan mengejar jumlah SKS tanpa memperhitungkan kemampuan menjalani prosesnya.

Apa Hubungan SKS dengan IP?

IP adalah Indeks Prestasi yang menggambarkan hasil akademik mahasiswa pada periode tertentu.

Nilai mata kuliah dan bobot SKS menjadi bagian dari perhitungan prestasi akademik.

Karena itu, nilai pada mata kuliah dengan bobot lebih besar dapat mempunyai pengaruh lebih besar dalam perhitungan indeks prestasi dibandingkan mata kuliah berbobot lebih kecil.

Contoh Sederhana

Bayangkan terdapat dua mata kuliah.

Mata kuliah A mempunyai bobot 4 SKS.

Mata kuliah B mempunyai bobot 2 SKS.

Jika mahasiswa mendapatkan hasil yang berbeda pada kedua mata kuliah tersebut, pengaruhnya terhadap perhitungan prestasi akademik tidak identik karena bobot kreditnya berbeda.

Inilah alasan mahasiswa perlu memperhatikan seluruh mata kuliah, terutama yang mempunyai bobot cukup besar.

Apa Itu IPK?

IPK adalah Indeks Prestasi Kumulatif.

Jika IP menggambarkan hasil akademik pada periode tertentu, IPK menunjukkan capaian akademik secara kumulatif.

SKS dari mata kuliah yang sudah ditempuh menjadi bagian dari perjalanan akademik tersebut.

Semakin banyak semester yang diselesaikan, semakin banyak pula mata kuliah dan SKS yang masuk dalam riwayat akademik.

Apakah IPK Menentukan Jumlah SKS Semester Berikutnya?

Perguruan tinggi dapat mempunyai ketentuan akademik mengenai pengambilan beban studi.

Karena itu, mahasiswa perlu membaca pedoman akademik kampus masing-masing.

Jangan menggunakan aturan kampus lain sebagai patokan.

Sistem pengisian KRS, prasyarat mata kuliah, serta prosedur persetujuan dapat berbeda.

Berapa SKS untuk Lulus S1?

Untuk program Sarjana atau Sarjana Terapan, ketentuan nasional menetapkan beban belajar minimal 144 SKS.

Angka tersebut merupakan beban minimal program.

Kurikulum konkret tetap ditentukan oleh perguruan tinggi sesuai standar dan ketentuan yang berlaku.

Karena itu, mahasiswa harus mengikuti kurikulum program studinya.

Apakah 144 SKS Bisa Diselesaikan dalam 8 Semester?

Program sarjana umumnya dirancang dengan masa tempuh kurikulum delapan semester.

Jika menggunakan angka minimal 144 SKS sebagai ilustrasi sederhana:

144 ÷ 8 = 18 SKS per semester.

Namun, pembagian sebenarnya tidak harus selalu tepat 18 SKS setiap semester.

Ada semester dengan beban lebih besar atau lebih kecil.

Mata kuliah juga mempunyai urutan dan prasyarat.

Karena itu, ikuti struktur kurikulum kampus.

Apa Itu Mata Kuliah Wajib?

Mata kuliah wajib merupakan mata kuliah yang harus ditempuh sesuai kurikulum.

Mahasiswa tidak dapat mengganti semua mata kuliah wajib dengan mata kuliah yang disukai.

Program studi menyusun mata kuliah tersebut untuk memastikan lulusan mencapai kompetensi yang ditentukan.

Karena itu, kelulusan tidak hanya dilihat dari jumlah total SKS.

Jenis mata kuliah yang diwajibkan juga harus dipenuhi.

Apa Itu Mata Kuliah Pilihan?

Mata kuliah pilihan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengambil pembelajaran sesuai opsi yang tersedia dalam kurikulum.

Misalnya sebuah program mempunyai beberapa bidang peminatan.

Mahasiswa dapat memilih mata kuliah tertentu untuk memperdalam bidang tersebut.

Tetap ada aturan mengenai jumlah dan jenis mata kuliah pilihan yang harus ditempuh.

Apa Itu Mata Kuliah Prasyarat?

Beberapa mata kuliah harus diselesaikan sebelum mahasiswa mengambil mata kuliah berikutnya.

Contohnya secara ilustratif:

Pemrograman Dasar → Pemrograman Lanjut.

Mahasiswa mungkin harus menyelesaikan Pemrograman Dasar sebelum dapat mengambil Pemrograman Lanjut.

Aturan seperti ini disebut prasyarat.

Nama dan ketentuannya mengikuti masing-masing program studi.

Mengapa Prasyarat Penting?

Urutan mata kuliah dirancang agar mahasiswa mempunyai pengetahuan dasar sebelum mempelajari materi yang lebih kompleks.

Jika mahasiswa gagal menyelesaikan mata kuliah prasyarat, rencana semester berikutnya dapat terpengaruh.

Karena itu, jangan menyusun KRS hanya berdasarkan jadwal yang terlihat nyaman.

Periksa hubungan antar mata kuliah.

Apa yang Terjadi Jika Tidak Lulus Mata Kuliah?

Ketentuannya mengikuti kebijakan akademik kampus.

Mahasiswa mungkin perlu mengulang atau melakukan prosedur akademik tertentu.

Mata kuliah yang tidak selesai juga dapat memengaruhi rencana studi, khususnya jika menjadi prasyarat untuk mata kuliah berikutnya.

Karena itu, ketika mengalami kesulitan, jangan menunggu sampai akhir semester.

Cari bantuan akademik lebih awal.

Apakah SKS Bisa Diambil dari Kegiatan di Luar Kelas?

Dalam pendidikan tinggi modern, pembelajaran tidak selalu terbatas pada perkuliahan konvensional.

Kegiatan tertentu dapat memperoleh pengakuan kredit apabila memenuhi ketentuan program dan perguruan tinggi.

Misalnya melalui kegiatan pembelajaran atau program tertentu yang diakui kampus.

Namun, mahasiswa tidak dapat menentukan konversi SKS sendiri.

Pengakuannya harus mengikuti kebijakan akademik perguruan tinggi.

Bagaimana Cara Menentukan Beban SKS yang Tepat?

Jangan langsung mengejar angka maksimal.

Gunakan beberapa pertimbangan.

Lihat Tingkat Kesulitan

Beberapa mata kuliah membutuhkan lebih banyak waktu belajar.

Perhatikan Praktikum

Praktikum dapat menambah aktivitas mingguan.

Periksa Proyek

Mata kuliah berbasis proyek dapat membutuhkan koordinasi dan pengerjaan di luar jadwal kelas.

Pertimbangkan Organisasi

Mahasiswa aktif organisasi perlu mengatur waktu secara realistis.

Perhatikan Kondisi Pribadi

Kesehatan, pekerjaan, perjalanan, dan tanggung jawab keluarga juga dapat memengaruhi kemampuan belajar.

Contoh Beban yang Terlihat Sama tetapi Berbeda

Mahasiswa A mengambil 18 SKS dengan sebagian besar mata kuliah teori.

Mahasiswa B juga mengambil 18 SKS, tetapi beberapa mata kuliahnya mempunyai praktikum dan proyek besar.

Secara angka keduanya sama.

Namun, pengalaman mingguan mereka dapat terasa berbeda.

Karena itu, total SKS bukan satu-satunya informasi untuk menilai kesibukan semester.

Buat Jadwal Mingguan Sebelum Mengisi KRS

Sebelum finalisasi, masukkan semua mata kuliah ke kalender.

Tambahkan perkiraan waktu:

kelas;

belajar mandiri;

tugas;

praktikum;

organisasi;

istirahat;

dan perjalanan.

Jika jadwal sudah terlihat tidak realistis sebelum semester dimulai, pertimbangkan kembali pilihan mata kuliah sesuai aturan kampus.

Hindari Jadwal yang Terlalu Padat

Kesalahan mahasiswa baru adalah menganggap waktu kosong di antara kelas sebagai waktu yang terbuang.

Padahal jeda dapat digunakan untuk:

makan;

istirahat;

mengerjakan tugas;

membaca;

berdiskusi;

atau mempersiapkan kelas berikutnya.

Jadwal yang sangat rapat belum tentu lebih produktif.

Kenali Kemampuan Belajar Sendiri

Setiap mahasiswa mempunyai kapasitas berbeda.

Ada mahasiswa yang dapat menangani beberapa mata kuliah sulit sekaligus.

Ada yang membutuhkan pembagian beban lebih merata.

Jangan membandingkan KRS secara berlebihan dengan teman.

Tujuan utamanya adalah menyelesaikan pendidikan dengan hasil dan proses belajar yang baik.

Konsultasikan dengan Pembimbing Akademik

Jika ragu menentukan mata kuliah, gunakan fasilitas konsultasi akademik kampus.

Pembimbing akademik dapat membantu melihat:

kemajuan studi;

mata kuliah yang perlu diambil;

prasyarat;

beban semester;

dan perencanaan menuju kelulusan.

Persiapkan pertanyaan sebelum konsultasi agar diskusi lebih efektif.

Buat Peta SKS sampai Lulus

Mahasiswa dapat membuat tabel sederhana.

Masukkan:

semester;

mata kuliah;

SKS;

prasyarat;

status;

dan total SKS kumulatif.

Dengan cara ini, mahasiswa dapat melihat kemajuan secara jelas.

Jika terdapat mata kuliah tertunda, dampaknya terhadap semester berikutnya juga lebih mudah diketahui.

Jangan Hanya Mengejar Lulus Cepat

Menyelesaikan studi tepat waktu merupakan tujuan yang baik.

Namun, jangan sampai mengejar SKS membuat kualitas pembelajaran menurun.

Kuliah juga merupakan kesempatan untuk:

membangun keterampilan;

mengikuti proyek;

melakukan penelitian;

membangun jaringan;

magang;

dan mengembangkan diri.

Perencanaan akademik yang baik perlu memberikan ruang bagi pengalaman tersebut.

Istilah yang Perlu Diketahui Mahasiswa Baru

Selain memahami apa itu SKS, mahasiswa sebaiknya mengenali beberapa istilah:

KRS — Kartu Rencana Studi.

KHS — Kartu Hasil Studi.

IP — Indeks Prestasi.

IPK — Indeks Prestasi Kumulatif.

PA — Pembimbing Akademik, dengan penyebutan yang dapat berbeda di tiap kampus.

Mata Kuliah Prasyarat — mata kuliah yang harus memenuhi ketentuan tertentu sebelum mengambil mata kuliah berikutnya.

Memahami istilah tersebut akan mempermudah adaptasi di perguruan tinggi.

Kesalahan Mahasiswa Baru tentang SKS

Beberapa kesalahpahaman yang umum adalah:

menganggap SKS sama dengan jumlah mata kuliah;

menganggap 1 SKS selalu sama dengan 1 jam kelas;

mengambil beban maksimal tanpa perencanaan;

tidak memeriksa prasyarat;

hanya mengikuti KRS teman;

tidak membaca kurikulum;

dan baru memeriksa jumlah SKS ketika mendekati kelulusan.

Sebagian besar dapat dihindari dengan perencanaan sejak semester pertama.

Checklist Memahami SKS

Mahasiswa baru sebaiknya sudah memahami:

  1. SKS berarti Satuan Kredit Semester.
  2. SKS menunjukkan beban pembelajaran.
  3. Bobot setiap mata kuliah dapat berbeda.
  4. Total SKS semester merupakan jumlah bobot mata kuliah yang diambil.
  5. KRS digunakan untuk merencanakan studi semester.
  6. Mata kuliah dapat mempunyai prasyarat.
  7. Program Sarjana/Sarjana Terapan memiliki beban minimal 144 SKS berdasarkan ketentuan nasional.
  8. Semester satu dan dua memiliki batas beban tertentu.
  9. Semester berikutnya juga mempunyai batas beban studi.
  10. Aturan teknis tetap harus diperiksa pada kampus masing-masing.
  11. Total SKS bukan satu-satunya pertimbangan ketika menyusun jadwal.
  12. Perencanaan studi sebaiknya dilakukan sejak awal.

Dengan memahami dasar tersebut, sistem perkuliahan akan terasa jauh lebih mudah dipahami.

Penutup

Jadi, apa itu SKS? SKS atau Satuan Kredit Semester merupakan satuan yang digunakan untuk menyatakan beban belajar mahasiswa dalam pendidikan tinggi. SKS berkaitan erat dengan mata kuliah, KRS, perencanaan semester, capaian akademik, dan persyaratan menyelesaikan program pendidikan.

Mahasiswa baru tidak perlu sekadar mengejar SKS sebanyak mungkin. Perhatikan tingkat kesulitan mata kuliah, prasyarat, praktikum, proyek, kemampuan mengatur waktu, dan ketentuan program studi.

Bagi pembaca angkasaedu.ac.id, memahami sistem SKS sejak awal dapat membantu menyusun perjalanan kuliah dengan lebih terencana. Ketahui kurikulum program studi, pantau jumlah kredit yang telah ditempuh, dan gunakan setiap semester untuk membangun kemampuan akademik maupun pengalaman yang mendukung masa depan.