Perbedaan fakultas dan jurusan sering membingungkan calon mahasiswa karena kedua istilah tersebut sama-sama digunakan ketika membicarakan struktur pendidikan di perguruan tinggi. Padahal, fakultas dan jurusan mempunyai fungsi serta cakupan yang berbeda.
Secara sederhana, fakultas dapat dipahami sebagai unit besar di dalam perguruan tinggi yang menaungi kelompok bidang keilmuan tertentu. Sementara itu, jurusan biasanya mempunyai cakupan keilmuan yang lebih spesifik dan dapat berada di bawah fakultas. Dalam praktik pendidikan tinggi saat ini, calon mahasiswa juga akan sering menemukan istilah program studi atau prodi, yang perlu dibedakan dari jurusan.
Memahami ketiganya penting agar calon mahasiswa tidak hanya memilih berdasarkan nama kampus atau fakultas, tetapi benar-benar mengetahui program pendidikan yang akan dijalani.
Apa Itu Fakultas?
Fakultas merupakan salah satu unit akademik dalam sebuah perguruan tinggi.
Umumnya fakultas menaungi bidang ilmu yang mempunyai keterkaitan.
Contohnya:
Fakultas Teknik;
Fakultas Ekonomi dan Bisnis;
Fakultas Ilmu Sosial;
Fakultas Hukum;
Fakultas Kedokteran;
dan Fakultas Pertanian.
Nama serta struktur setiap perguruan tinggi dapat berbeda.
Satu universitas dapat mempunyai Fakultas Teknik, sedangkan universitas lain mungkin mengelompokkan beberapa bidang teknik ke dalam sekolah atau struktur akademik dengan nama berbeda.
Apa Fungsi Fakultas?
Fakultas mempunyai cakupan organisasi yang relatif luas.
Dalam struktur perguruan tinggi, fakultas dapat menjadi tempat pengelolaan berbagai kegiatan akademik pada kelompok bidang tertentu.
Di dalamnya dapat terdapat:
jurusan;
departemen;
program studi;
laboratorium;
pusat kegiatan akademik;
serta berbagai unit pendukung.
Struktur pastinya mengikuti organisasi masing-masing perguruan tinggi.
Siapa yang Memimpin Fakultas?
Istilah yang umum digunakan untuk pimpinan fakultas adalah dekan.
Dekan dapat dibantu oleh wakil dekan atau struktur lain sesuai ketentuan perguruan tinggi.
Karena itu, mahasiswa mungkin sering mendengar istilah:
dekan;
dekanat;
fakultas;
dan wakil dekan
ketika mulai menjalani kehidupan kampus.
Apa Itu Jurusan?
Jurusan adalah istilah yang biasanya digunakan untuk kelompok keilmuan yang lebih spesifik dibandingkan fakultas.
Misalnya, sebuah Fakultas Teknik dapat mempunyai beberapa jurusan atau kelompok akademik dalam bidang:
sipil;
mesin;
elektro;
industri;
dan bidang lainnya.
Namun, struktur tersebut tidak berlaku sama pada seluruh perguruan tinggi.
Ada kampus yang menggunakan istilah jurusan.
Ada yang menggunakan istilah departemen.
Ada pula yang langsung mengorganisasikan program studi di bawah fakultas.
Inilah alasan calon mahasiswa sebaiknya tidak menganggap struktur setiap universitas pasti sama.
Apa Itu Program Studi?
Program studi atau prodi adalah program pendidikan yang mempunyai kurikulum tertentu dan menjadi salah satu bagian paling penting bagi mahasiswa.
Ketika seseorang mengatakan:
“Saya kuliah Informatika,”
yang dimaksud dalam konteks administrasi pendidikan biasanya adalah program studi yang dijalani.
Program studi mempunyai:
kurikulum;
mata kuliah;
capaian pembelajaran;
jenjang;
dan kompetensi lulusan.
Karena itu, calon mahasiswa sebaiknya memberi perhatian besar pada prodi.
Perbedaan Fakultas dan Jurusan Secara Sederhana
Cara mudah membedakannya adalah melihat cakupan.
Fakultas → cakupannya lebih besar
Jurusan → bidang yang lebih spesifik
Program studi → program pendidikan yang benar-benar ditempuh mahasiswa
Namun, struktur tersebut hanya gambaran sederhana.
Tidak semua kampus menggunakan pola:
universitas → fakultas → jurusan → program studi.
Ada struktur yang lebih pendek.
Ada pula perguruan tinggi yang menggunakan istilah sekolah dan departemen.
Contoh Fakultas dan Jurusan
Bayangkan sebuah universitas mempunyai Fakultas Teknik.
Di dalam fakultas tersebut terdapat beberapa kelompok bidang seperti:
Teknik Sipil;
Teknik Mesin;
Teknik Elektro;
dan Teknik Industri.
Pada kampus tertentu, kelompok tersebut dapat disebut jurusan atau departemen.
Kemudian terdapat program pendidikan dengan jenjang tertentu yang diikuti mahasiswa.
Contohnya:
S1 Teknik Sipil;
S1 Teknik Mesin;
atau program lainnya.
Contoh di Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Contoh lain adalah Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Di dalamnya dapat terdapat program seperti:
Manajemen;
Akuntansi;
Ilmu Ekonomi;
Bisnis Digital;
atau program lain.
Tetapi susunan tersebut dapat berbeda antaruniversitas.
Sebuah program yang berada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis pada satu kampus belum tentu ditempatkan dengan struktur identik di kampus lain.
Contoh di Fakultas Ilmu Sosial
Fakultas yang berkaitan dengan ilmu sosial dapat menaungi program seperti:
Ilmu Komunikasi;
Sosiologi;
Administrasi;
Hubungan Internasional;
atau bidang lainnya.
Nama fakultas juga dapat berbeda.
Karena itu, jangan hanya mencari nama fakultas.
Cari program studi yang ingin dipelajari.
Perbedaan Jurusan dan Program Studi
Dalam percakapan sehari-hari, istilah jurusan dan program studi sering dianggap sama.
Misalnya seseorang bertanya:
“Jurusan kuliah kamu apa?”
Kemudian dijawab:
“Manajemen.”
Dalam percakapan informal, penggunaan tersebut mudah dipahami.
Namun, dalam struktur resmi perguruan tinggi, istilah program studi mempunyai makna yang lebih spesifik.
Program studi berkaitan langsung dengan program pendidikan dan kurikulum yang dijalani mahasiswa.
Mengapa Istilah Jurusan Masih Banyak Digunakan?
Istilah jurusan sudah sangat familiar sejak sekolah.
Di SMA atau pendidikan sebelumnya, masyarakat mengenal istilah seperti jurusan IPA, IPS, bahasa, atau bidang keahlian tertentu.
Ketika memasuki perguruan tinggi, istilah tersebut tetap digunakan dalam percakapan.
Akibatnya, banyak calon mahasiswa menyebut seluruh pilihan program kuliah sebagai “jurusan”.
Secara komunikasi sehari-hari tidak selalu menjadi masalah.
Namun, ketika mendaftar kuliah, lebih baik memahami nama program studi resminya.
Perbedaan Fakultas dan Program Studi
Fakultas merupakan unit organisasi akademik dengan cakupan lebih luas.
Program studi merupakan program pendidikan yang dijalani mahasiswa.
Sebagai ilustrasi:
Universitas A
Fakultas Teknik
Program Studi Teknik Sipil
Program Studi Teknik Mesin
Program Studi Teknik Elektro
Pada contoh tersebut, mahasiswa tidak sekadar “mengambil Fakultas Teknik”.
Mahasiswa menjalani program studi tertentu.
Apakah Saat Daftar Kuliah Memilih Fakultas atau Jurusan?
Pada banyak proses penerimaan mahasiswa, peserta memilih program studi.
Pilihan dapat ditampilkan bersama:
nama perguruan tinggi;
jenjang;
dan nama program studi.
Karena itu, calon mahasiswa harus mengetahui prodi yang diinginkan.
Jangan hanya berkata:
“Saya ingin masuk Fakultas Teknik.”
Pertanyaan berikutnya adalah:
“Program studi apa?”
Kenapa Program Studi Lebih Penting untuk Diperiksa?
Program studi menentukan banyak aspek pendidikan mahasiswa.
Di antaranya:
mata kuliah;
kompetensi;
kurikulum;
praktikum;
proyek;
dan bidang yang dipelajari.
Dua mahasiswa dalam fakultas yang sama dapat menjalani pengalaman pendidikan yang sangat berbeda jika prodinya berbeda.
Satu Fakultas Bisa Memiliki Banyak Program Studi
Ya.
Sebuah fakultas dapat menaungi banyak program studi.
Contohnya, Fakultas Teknik dapat mempunyai berbagai program di bidang rekayasa.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis dapat mempunyai program Manajemen, Akuntansi, dan program lainnya.
Jumlahnya tergantung perguruan tinggi.
Apakah Satu Jurusan Bisa Memiliki Lebih dari Satu Program Studi?
Pada struktur perguruan tinggi tertentu, bisa.
Sebuah jurusan atau departemen dapat mengelola lebih dari satu program pendidikan atau jenjang.
Misalnya terdapat program:
Sarjana;
Magister;
dan Doktor
dalam bidang yang berhubungan.
Namun, struktur organisasi setiap kampus perlu diperiksa secara langsung.
Fakultas, Sekolah, dan Departemen
Selain fakultas dan jurusan, calon mahasiswa dapat menemukan istilah:
sekolah;
departemen;
dan program studi.
Jangan langsung bingung.
Perguruan tinggi dapat mempunyai struktur organisasi berbeda.
“Sekolah” di universitas tertentu dapat mempunyai fungsi akademik yang dalam beberapa hal menyerupai fakultas.
Departemen juga dapat digunakan sebagai nama unit keilmuan.
Apakah Nama Struktur Menentukan Kualitas?
Tidak.
Program yang berada di bawah “sekolah” tidak otomatis lebih baik atau lebih buruk dibandingkan yang berada di bawah “fakultas”.
Begitu pula penggunaan istilah departemen atau jurusan.
Yang perlu diperhatikan adalah kualitas program pendidikannya.
Periksa Nama Program Studi Resmi
Nama prodi tidak boleh hanya ditebak dari nama yang populer di masyarakat.
Pemerintah mempunyai nomenklatur program studi sebagai acuan pendidikan tinggi.
Pada 2025, nomenklatur program akademik dan profesi diperbarui melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 96/B/KPT/2025.
Karena itu, calon mahasiswa mungkin menemukan nama program yang sedikit berbeda dari istilah yang selama ini dikenal.
Mengapa Nama Prodi Bisa Berubah?
Nama program studi dapat menyesuaikan perkembangan:
ilmu pengetahuan;
teknologi;
kurikulum;
capaian pembelajaran;
dan kebutuhan dunia kerja.
Pemerintah juga mengatur mekanisme penambahan maupun perubahan nama program studi.
Jadi, jangan heran apabila terdapat istilah program baru yang belum familiar.
Apakah “Teknik” dan “Rekayasa” Sama?
Pada beberapa program pendidikan, calon mahasiswa dapat menemukan istilah “Teknik” maupun “Rekayasa”.
Kemdiktisaintek menjelaskan pada 2026 bahwa istilah rekayasa digunakan sebagai padanan resmi engineering dalam konteks tertentu.
Namun, penggunaan istilah tersebut tidak berarti seluruh program yang menggunakan kata “Teknik” harus berubah menjadi “Rekayasa”.
Program seperti Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Teknik Industri tetap diakui.
Cara Mengecek Program Studi Resmi
Calon mahasiswa dapat menggunakan PDDikti sebagai salah satu rujukan resmi.
PDDikti memuat informasi mengenai:
perguruan tinggi;
program studi;
mahasiswa;
dan dosen.
Sebelum mendaftar, cari nama universitas dan program studi tujuan.
Pastikan informasi sesuai.
Perbedaan Fakultas dan Jurusan dalam Tabel
| Aspek | Fakultas | Jurusan |
|---|---|---|
| Cakupan | Lebih luas | Lebih spesifik |
| Posisi | Unit akademik besar | Dapat berada di bawah fakultas |
| Bidang | Kelompok keilmuan | Bidang keilmuan lebih khusus |
| Pimpinan | Umumnya dekan | Bergantung struktur kampus |
| Isi | Dapat menaungi beberapa unit/prodi | Dapat mengelola bidang/prodi tertentu |
| Keseragaman | Struktur berbeda antaruniversitas | Tidak semua kampus menggunakan istilah jurusan |
Program studi perlu dibedakan lagi karena merupakan program pendidikan dengan kurikulum tertentu yang dijalani mahasiswa.
Jangan Memilih Kuliah Berdasarkan Nama Fakultas Saja
Misalnya Anda tertarik dengan Fakultas Teknik.
Pertanyaan berikutnya:
Bidang teknik apa?
Apakah suka komputer?
Mesin?
Elektro?
Sipil?
Industri?
Setiap bidang mempunyai karakter berbeda.
Nama fakultas terlalu luas untuk menjadi dasar keputusan.
Pelajari Mata Kuliah
Salah satu cara terbaik memahami program adalah membuka kurikulumnya.
Lihat mata kuliah semester awal hingga akhir.
Tanyakan:
Apakah saya tertarik mempelajarinya?
Apakah sesuai kemampuan saya?
Apakah banyak matematika?
Apakah banyak praktik?
Apakah banyak penelitian?
Pertanyaan tersebut lebih berguna daripada hanya melihat nama program.
Periksa Jenjang Pendidikan
Program dengan nama bidang serupa dapat tersedia pada jenjang berbeda.
Misalnya:
D3;
D4/Sarjana Terapan;
S1;
S2;
dan S3.
Pastikan Anda membaca jenjangnya.
D4 dan S1, misalnya, sama-sama berada pada level kualifikasi Sarjana/Sarjana Terapan tetapi mempunyai orientasi pendidikan berbeda.
Lihat Prospek Kerja Secara Realistis
Setelah memahami kurikulum, cari bidang pekerjaan yang relevan.
Jangan hanya mencari:
“Gaji tertinggi jurusan X.”
Cari juga:
jenis pekerjaan;
skill;
sertifikasi;
industri;
dan perkembangan karier.
Satu program studi biasanya dapat membuka lebih dari satu jalur pekerjaan.
Fakultas Tidak Menentukan Satu Profesi
Masuk Fakultas Ekonomi tidak berarti semua lulusan mempunyai pekerjaan sama.
Begitu pula Fakultas Teknik.
Program studi, pengalaman, keterampilan, dan pilihan karier akan membuat jalurnya berbeda.
Karena itu, hindari generalisasi.
Pertimbangkan Minat
Minat membantu seseorang bertahan ketika materi mulai sulit.
Namun, minat bukan satu-satunya pertimbangan.
Gabungkan dengan:
kemampuan;
kurikulum;
biaya;
prospek;
dan tujuan.
Pilihan yang baik biasanya berada pada titik temu beberapa faktor.
Pertimbangkan Kemampuan
Jika tertarik pada suatu program, periksa kemampuan dasar yang banyak digunakan.
Contohnya:
matematika;
bahasa;
komunikasi;
logika;
menggambar;
atau kemampuan lainnya.
Tidak harus sudah sempurna.
Namun, Anda perlu siap mengembangkannya.
Perhatikan Akreditasi Program Studi
Jangan hanya memeriksa akreditasi universitas.
Program studi mempunyai status akreditasi yang perlu diperhatikan secara terpisah.
Status tersebut dapat diperiksa melalui sumber resmi terkait.
Pastikan informasi masih berlaku.
Bandingkan Program yang Sama di Beberapa Kampus
Misalnya Anda sudah menentukan Informatika.
Jangan langsung memilih universitas pertama yang ditemukan.
Bandingkan:
kurikulum;
fasilitas;
laboratorium;
dosen;
program magang;
biaya;
lokasi;
dan akreditasi.
Program dengan nama sama dapat mempunyai karakter berbeda.
Jangan Terjebak Nama Jurusan yang Keren
Nama program yang terdengar modern belum tentu cocok.
Contohnya, calon mahasiswa mungkin tertarik karena terdapat kata:
digital;
AI;
teknologi;
atau bisnis.
Tetapi tetap buka kurikulum.
Cari tahu apa yang benar-benar dipelajari.
Nama hanya pintu masuk.
Isi pendidikan jauh lebih penting.
Pertimbangkan Dosen dan Fasilitas
Fasilitas dapat berpengaruh terutama pada bidang yang membutuhkan praktik.
Periksa:
laboratorium;
studio;
perpustakaan;
peralatan;
dan fasilitas belajar.
Lihat pula profil dosen dan bidang keahliannya.
Informasi tersebut biasanya tersedia pada website kampus.
Pertimbangkan Kesempatan Magang
Magang dapat membantu mahasiswa memahami dunia profesional.
Periksa apakah program mempunyai:
mitra industri;
program magang;
proyek eksternal;
atau kegiatan profesional.
Hal ini penting terutama bagi mahasiswa yang ingin membangun pengalaman sebelum lulus.
Kesalahan Saat Memilih Fakultas dan Jurusan
Kesalahan yang sering terjadi antara lain:
memilih karena teman;
mengikuti keinginan orang lain tanpa diskusi;
hanya melihat nama kampus;
tidak membaca kurikulum;
menganggap fakultas sama dengan jurusan;
tidak mengecek program studi resmi;
dan tidak mempunyai pilihan alternatif.
Keputusan kuliah terlalu penting untuk dibuat hanya berdasarkan tren.
Cara Menjelaskan Pilihan kepada Orang Tua
Jika pilihan Anda berbeda dari harapan keluarga, gunakan data.
Jelaskan:
program studi;
mata kuliah;
kampus;
biaya;
prospek;
dan rencana karier.
Diskusi berdasarkan informasi biasanya lebih produktif daripada hanya berkata:
“Saya suka jurusan ini.”
Tunjukkan bahwa pilihan telah dipertimbangkan.
Checklist Sebelum Memilih
Sebelum melakukan pendaftaran kuliah, pastikan Anda mengetahui:
- Nama perguruan tinggi.
- Nama fakultas.
- Nama program studi.
- Jenjang pendidikan.
- Kurikulum.
- Mata kuliah.
- Akreditasi.
- Fasilitas.
- Biaya.
- Lokasi.
- Kesempatan magang.
- Bidang pekerjaan.
- Keterampilan yang dibutuhkan.
- Rencana studi lanjut.
- Pilihan alternatif.
Jika sebagian besar informasi tersebut sudah diketahui, keputusan akan lebih terarah.
Jadi, Apa Perbedaan Fakultas dan Jurusan?
Fakultas merupakan unit akademik yang mempunyai cakupan relatif luas dan dapat menaungi beberapa bidang atau program pendidikan.
Jurusan mempunyai cakupan keilmuan yang lebih spesifik dan pada struktur tertentu berada di bawah fakultas.
Sementara itu, program studi merupakan program pendidikan yang mempunyai kurikulum dan capaian pembelajaran tertentu.
Struktur aktualnya dapat berbeda antarperguruan tinggi.
Karena itu, jangan memaksakan satu pola organisasi pada semua universitas.
Penutup
Memahami perbedaan fakultas dan jurusan membantu calon mahasiswa membaca struktur perguruan tinggi dengan lebih tepat. Fakultas umumnya mempunyai cakupan yang lebih luas, sedangkan jurusan lebih spesifik. Selain keduanya, calon mahasiswa juga perlu memahami program studi karena bagian inilah yang berkaitan langsung dengan kurikulum pendidikan yang akan ditempuh.
Bagi pembaca angkasaedu.ac.id, jangan menentukan pilihan hanya dari nama fakultas atau istilah jurusan yang populer. Periksa nama program studi resmi, jenjang, kurikulum, akreditasi, fasilitas, biaya, serta prospek bidangnya. Dengan memahami struktur tersebut sejak awal, calon mahasiswa dapat memilih pendidikan yang lebih sesuai dengan minat, kemampuan, dan rencana masa depan.
